Selasa, 25 April 2017 - 11:08:30 WIB
BERDOA DAN BERPUASA 40 HARI
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 295 kali

BERDOA DAN BERPUASA 40 HARI

Musa dalam pelayanannya membawa bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Kanaan, pernah melakukan doa puasa 40 hari, 40 malam (Kel 24:16 dan Kel 34:28). Keputusan untuk melakukan agenda yang tidak popular ini merupakan hal penting dalam hubungan intimnya dengan TUHAN ketika mau menerima hal yang khusus dari TUHAN. Dengan tindakan yang khusus inilah Musa menerima hal yang sangat penting bagi perjalanan hidup bangsa Israel ke depan. Dua loh batu yang ditulis oleh TUHAN saat Musa berdoa puasa 40 hari menjadi pedoman dan aturan bagaikan Undang-Undang Dasar bagi bangsa Israel. Dengan adanya Undang-Undang Dasar ini, maka kehidupan bangsa Israel menjadi terpelihara baik dalam hubungannya dengan Allah secara vertikal dan hubungannya kepada sesama manusia secara horizontal.
Dalam pelayanan Elia menghadapi nabi-nabi palsu dan menghadapi pemerintah yang membawa bangsa Israel murtad dan menyebah allah lain, Elia pernah melakukan doa dan puasa 40 hari, 40 malam (1 Raj 19:8). Dalam doa puasa tersebut, Elia berjumpa dengan TUHAN dan menerima tugas penting, melakukan tugas regenerasi yaitu: mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram, mengurapi Yehu menjadi raja atas Israel, mengurapi Elisa bin Safat menjadi nabi menggantikan Elia (1 Raj 19:14-17). Tugas penting ini menjadi titik balik bagi bangsa Israel kembali kepada TUHAN dan meninggalkan penyembahan kepada baal.

Sebelum Yesus melakukan pelayanan-Nya di dunia ini, maka Ia berdoa dan berpuasa selama 40 hari, 40 malam (Mat 4:2). Di tengah doa puasa ini, iblis mencobai Yesus tiga kali dan Yesus menang atas pencobaan tersebut. Setelah doa puasa selesai Yesus mengadakan pelayanan-Nya yang diwarnai berbagai mujizat. Puncak pelayanan Yesus adalah ketika Ia naik ke bukit Golgota dan menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan dosa se isi dunia. Ia akhirnya berkata: “Sudah selesai.” Pelayanan yang diwarnai mujizat dan finishing well dimulai dari kerendahan hati dalam mengambil sikap berdoa dan berpuasa.
Bagi kita warga jemaat GPI Petra, menyelenggarakan doa puasa 40 hari sudah menjadi kegiatan tahunan. Semangat dari seluruh jemaat untuk melakukannya setiap tahun didasari dari pengertian Alkitab di dalam Perjanjian Lama dan di dalam Perjanjian Baru. Berbagai kesaksian luar biasa yang dialami oleh tiap anggota jemaat yang berdoa dan berpuasa memberi semangat bagi kita untuk terus menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun.

Kiranya dengan berdoa puasa 40 hari ini, seluruh jemaat semakin intim dengan Tuhan, lebih pekah mendengarkan suara Tuhan dan menerima berbagai konfirmasi dari Tuhan. Seluruh jemaat yang berpuasa semakin memiliki manusia rohani yang lebih kuat seperti thema GPI Petra 2017. Seluruh jemaat akan menjadi “manusia Allah” (1 Tim 6:11), “manusia Ilahi” (1 Yoh 3:9) dan bukan “manusia biasa” yang jatuh bangun dalam berbagai kelemahan, dosa, tekanan hidup.

Selamat menunaikan doa puasa 40 hari, selamat mengalami perjumpaan dengan Allah, selamat memiliki manusia rohani yang kuat sehingga lebih dari pemenang. Amin.

By: Pdt.Pieter.A.Napitupulu




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)