Kamis, 08 Februari 2018 - 07:36:55 WIB
JATUH KE TANAH MATI BERTUMBUH DAN BERBUAH BANYAK
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 252 kali

JATUH KE TANAH – MATI – BERTUMBUH – DAN BERBUAH BANYAK
(Yohanes 12:24)

Kehendak Tuhanlah setiap umat-Nya terus bertumbuh, bertambah banyak dan berbuah-buah lebat. Mari kita lihat
dasar-dasar teologis sebagai berikut:

> Kejadian 1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berrman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

> Mazmur 1:3, “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

> Matius 3:8, “Jadi hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan

> Yohanes 15:2, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah.

> Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 

> Dan masih banyak ayat-ayat Firman Tuhan yang lainnya.

Dalam sebuah biji buah, misalnya buah rambuta sebenarnya Dada potensi kehidupan yang kalau biji itu ditanam, maka dia akan menjadi pohon rambutan yang akan menghasilkan banyak buah pohon rambutan. Demikian juga dalam diri kita sudah ada benih, dimana Firman Tuhan berkata sebagai “benih Illahi” (1 Yohanes 3:9).

Bagaimana caranya Benih itu Bertumbuh dan Menghasilkan Buah yang Banyak?

Mari kita baca Yohanes 12:24: “Aku berkata kepadamu: MSesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah”. Ayat ini menjelaskan bahwa dalam biji gandum itu sudah ada kehidupan, namun potensi kehidupan itu masih dibungkus oleh kulit atau cangkang dari biji gandum tersebut. Biji itu bisa bertumbuh kalau cangkang (kulit) gandum itu dipecahkan dengan cara jatuh ke tanah dan mati.

Demikian juga kita, supaya benih dalam diri kita bisa Dbertumbuh dan berbuah banyak kita harus mati, cangkang yang selama ini menutupi benih itu harus dipecahkan. Cangkang itu adalah jiwa kita, yakni pikiran, perasaan dan kehendak kita. Itu sebabnya Firman Tuhan berkata: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”, artinya pikiran, perasaan dan kehendak kita harus sama dengan pikiran Kristus.

Kita harus mati terhadap ego kita. Jangan hidup berdasarkan perasaan, pikiran dan kehendak kita. Matikan ego kita dan mulailah hidup dengan perasaan, pikiran dan kehendak Kristus. Kita harus hidup berdasarkan Firman Tuhan. Maka kita akan menjadi pribadi yang berbuah banyak demi kemuliaan Kristus.

By : Pdm.Rapi Gultom, S.Th




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)