Selasa, 03 April 2018 - 15:50:56 WIB
KARYA TERBESAR SEPANJANG ZAMAN
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 200 kali

KARYA TERBESAR SEPANJANG ZAMAN

Ketika kita memperingati kematian Yesus di Jumat Agung dan kebangkitan-Nya di paskah, maka kita terbayang suatu peristiwa terhebat dan tiada duanya. Bapa memberi apa yang terbaik yang Dia punya dan Yesus memberi nyawa-Nya sebagai pengorbanan yang tiada taranya. Banyak karya yang bisa dipersembahkan oleh siapa saja, namun tidak ada karya seagung dan semahal yang telah diukir oleh Yesus di kayu salib. Suatu pengorbanan sekali untuk selamanya dan abadi selamanya yang telah merubah wajah sorga dan dunia.

Kematian Yesus di kayu salib digambarkan di dalam Yohanes 12:24: Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Hidup Yesus sebagai biji gandum yang mati, akhirnya tumbuh dan menghasilkan banyak buah. Untuk bersedia mati, hal itu merupakan pengorbanan tersendiri. Butuh kerelaan untuk semuanya habis dan tak tersisa.

Tidak akan ada seseorang rela mati untuk orang jahat, tetapi seseorang mati untuk orang yang baik, barangkali ada. Inilah Karya yang Agung yang
terbesar sepanjang zaman, karena hanya Yesus yang bersedia melakukannya. Suatu teladan Agung yang penting dicermati oleh umat-Nya untuk kita bisa hidupi dengan kerelaan berkorban demi keselamatan orang berdosa. 

Dengan pengorbanan Yesus ini maka yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Sekitar 3 milyar sekarang yang percaya Yesus di dunia ini. Bagaikan satu biji yang mati tetapi akhirnya menjadi tumbuh dan menjadi pohon yang menghasilkan buah, demikianlah hidup Yesus. 

Saat kita mengingat pengorbanan Yesus, maka kita percaya 5 berkat yang berikut dapat terjadi atas kita: Darah-Nya menebus dosa kita sehingga kita diselamatkan; Bilur-Nya  menyembuhkan penyakit kita; Kutuk kita ditanggung dan diganti menjadi berkat; Kemiskinan kita diganti dengan kekayaan-Nya; Penderitaan kita diganti dengan masa depan. 

Selain kita menerima ke-lima berkat di atas, bersediakah kita juga meneladani pengorbanan Yesus demi menyelamatkan orang berdosa? Bersediakah kita berkorban dengan mulai mendoakan dan memenangkan orang lain? Melayani orang lain hingga percaya Yesus dan bertumbuh menjadi murid Kristus? Bersediakah kedagingan /ego kita mulai mati (remuk) sehingga bisa mengeluarkan kehidupan Kristus melalui kita? Remuknya insan keluarnya roh.

Jumat Agung dan Paskah akan memiliki makna signifikan bagi kita jika kita tidak hanya bersedia menerima berkat pengorbanan-Nya, melainkan juga bersedia berkorban seperti Yesus demi keselamatan dan kebaikan orang lain. Ini akan menjadi karya besar yang kita lakukan demi kemuliaan Dia Sang Teladan Agung dalam bekorban.

Selamat Paskah!

By : Pdt.Pieter.A.Napitupulu




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)