Profil
Diposting tanggal: 31 Mei 2010

Sejarah GPI PETRA

Oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja, telah menghantar hamba-Nya Pdm. Pieter A.Napitupulu pada tgl 28 Pebruari 1989 ke Jatimurni Pondok Gede untuk meneruskan pelayanan dua keluarga jemaat yang dilayani oleh Pdt.Abednego Mulayadi dan Pdm.Henny Pirih. Jumlah jemaat tersebut bertambah menjadi sekitar 20 jiwa, sehingga Pdt. DR.J.N.Tanuwidjaja selaku Ketua Sinode GPI yang didampingi Pdt.Ir.Daniel Dianto selaku Wakil Ketua Sinode GPI meresmikannya menjadi Bakal Jemaat GPI Pondok Gede pada hari Minggu, tanggal 11 Juni 1989 yang memakai tempat ibadah minggu di Jln. Raya Hankam No. 372 Jatimurni-Pondok Gede.

Perkembangan jemaat selanjutnya membutuhkan tempat yang lebih memadai, sehingga jemaat mengontrak  rumah pada tahun 1990-1992 di Perumahan Ardhini 2 Jatirahayu, Pondok Gede sebagai tempat Ibadah sekaligus secretariat dan Pastori GPI-Pondok Gede.

Dalam proses membangun tempat ibadah, ketika masa kontrakan di perumahan Ardhini 2 berakhir, jemaat sempat beribadah dengan memakai rumah Oppung M.Panjaitan di Wisma Melati-Jatiwarna Pondok Gede dan di rumah Bp Amin Hanjoto di Jln. Duku-Keramik-Jakarta Timur.

Sejak tahun 1993 selama 8 tahun jemaat telah beribadah di gedung gereja sendiri. Namun seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan jemaat, masyarakat setempat merasa cemburu dan mengadakan resolusi untuk menghentikan pemakaian gedung gereja yang akhirnya harus pindah ke daerah lain. Sejak tanggal 4 Nopember 2001-30 Mei 2005 jemaat akhirnya beribadah dengan memakai gedung GPdI Betlehem di Jatimurni-Pondok Gede, sambil mengupayakan pembangunan Gedung Ibadah sendiri.

Dengan pertolongan Tuhan dan upaya seluruh jemaat, maka pada tanggal 4 Juni 2005, jemaat akhirnya dapat memakai gedung gereja sendiri diJln.Raya Kampung Sawah no 10 Rt.04/Rw.02 Jatimurni-Pondok Melati hingga sekarang. Dengan pengalaman jemaat yang telah mengalami banyak permasalahan untuk beribadah sehingga sempat berpindah tempat ibadah dari satu tempat ke tempat yang lain namun jemaat tetap kokoh bagaikan batu karang (dalam bahasa Gerikanya “Petra”). Dengan demikianlah jemaat lokal ini kita namakan Gereja Penyebaran Injil “Jemaat Petra” (GPI Petra). Komunitasnya kita sebut “Petra Community”

Demi perkembangan dan pendewasaan jemaat, maka pada 11 Nopember 2005 Bp.Ir.Budi Setiawan dengan Tim dari BIP, bersedia  mementor gereja ini supaya menjadi Gereja lokal yang sehat menuju gereja Kesaksian.